Kamis, 20 Desember 2012

ISTIQOMAH !!!


oleh : Muh. Nurfadli

Syahadat on the road - Kita pasti telah sering mendengar kisah antara batu dan air. Yakni sebuah kisah ketika air mampu menciptakan lubang pada sebuat batu. Ada sebuah pertanyaan yang seharusnya menggelitik akal kita, “Mengapa air yang sedemikian lembut mampu melubangi sebuat batu yang keras?” tahu jawabannya?. Jawaban kenapa air sanggup melubangi batu, adalah karena air mampu memelihara keistiqomahan untuk jatuh di tempat yang sama pada sebuah batu dimana ia jatuh. Sehingga ia mampu melubangi batu tersebut, kedatipun air memiliki sifat yang berkebalikan dari batu. Batu itu keras sedangkan air itu lembut. 




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Selasa, 18 Desember 2012

Download ceramah Buya Hamka

Syahadat on the road - Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan Hamka, yakni singkatan namanya, (lahir di Maninjau, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Ia baru dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011

Hamka merupakan salah satu orang Indonesia yang paling banyak menulis dan menerbitkan buku. Oleh karenanya ia dijuluki sebagai Hamzah Fansuri di era modern. Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan untuk orang Minangkabau yang berasal dari kata abi atau abuya dalam bahasa Arab yang berarti ayahku atau seseorang yang dihormati.Ayahnya adalah Haji Abdul Karim bin Amrullah, pendiri Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Sementara ibunya adalah Siti Shafiyah Tanjung. Dalam silsilah Minangkabau, ia berasal dari suku Tanjung, sebagaimana suku ibunya. 





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Manajemen Organisasi


oleh: Muhammad Nurfadli
Syahadat on the road - Pada dasarnya semua kegiatan dan aktivitas seharusnya disandingkan dengan kata manajemen. Karena setiap aktivitas yang termanajemen akan memberikan hasil yang konkrit dan maksimal. Ia akan memberikan hasil yang jelas sesuai dengan tujuan yang telah digariskan. Selanjutnya ia akan menciptakan Pola yang teratur sehingga memberikan kemudahan dalam pelaksanaan dan memberikan kecepatan pekerjaan. Semua ini tak dapat dicapai bila dilakukan dengan serampangan atau acak-acakan. Semua ini dapat direalisasikan bila setiap pekerjaan kita termanajemen dengan baik dan rapih.

Manajemen itu sendiri berasal dari kata “manus” yang berarti “tangan”, berarti menangani sesuatu, mengatur, membuat sesuatu menjadi seperti yang diinginkan dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada. Sedangkan menurut Robbin dan Coultard (1992) manajemen adalah suatu proses untuk membuat aktifitas terselesaikan secara efektif dan efesien dengan dan melalui orang lain. Secara ringkas, manajemen adalah proses pengaturan. Pengaturan hal-hal yang tersedia untuk menghasilkan karya-karya/hasil yang kita inginkan. Manajemen yang baik harus berada pada koridor tanggung jawab yang utuh. Sehingga manajemen yang diterapkan tidak memberikan pengaruh negatif bagi lingkungan sekitar.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Minggu, 16 Desember 2012

Mukhtar (Mukhoyyam Tarbawi)

Syahadat on the road - mengikuti mukhoyyam adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Ini mukhoyyam yang dilaksanakan tanggal 16-18 November 2012 di Sumur Putri. Kali ini mukhoyyam dilaksanakan dengan nuansa yang FUN. Atmosfer yang dirancang adalah atmosfer yang ceria namun tidak mengurangi ke ontentikan mukhoyyam itu sendiri yang secara maknawi ingin menumbuhkan sifat asykariyah para kader dakwah. Tua-muda, miskin-kaya, mahasiswa-pegawai, semua mempunyai kedudukan yang setara pada mukhoyyam ini. Salah satu peraturan yang harus dilaksanakan adalah "Tidak diperbolehkan bagi tiap-tiap kelompok untuk membawa makanan siap saji", sehingga dengan peratura ini semua anggota kelompok mampu bahu membahu membuat makanan yang akan disantap pada 3 hari perkemahan.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Sabtu, 15 Desember 2012

Katalog Kerusakan Liberalisme

Syahadat on the road - Kerontokan dasar kendali logika terekam jelas di sudut pikiranmu. Lambaikan pesoka keangkuhan bertabur kelemahan. Sedari dulu logika terpakai, sedari dulu pertentangan memulai. Menghamba keras pada akal fikiran. Mengabaikan indahnya pesona alqur’an. Yang menjadi pedoman. Pada relung hati kesatria pengembara kehidupan.

Maka kau tak ragu meng-oposisi-kan diri. Dengan dalih kebebasan. Kau cela setiap untaian hakikat agama yang tergambar pada kejadian nyata. Meradang engkau saat kekuasaan Qur’an bersanding pedang menguasai nusantara. Kalap engkau melihat kejayaan islam menjadi pijakan.  Kau tersungkur saat cahaya hidayah menyapa hamba dikala pagi dan petang. Dengan harap yang semu, kau coba mainkan lidahmu. Tak perduli seberapa keras kritikan menghampiri. Kau terus tegar menghadapi. Tak perduli sekian juta orang melihat, kau tetap kalap bermain di naungan logika liberalmu atas agama ini. kau bilang “Semua Agama Sama !!”.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Jumat, 14 Desember 2012

Geliat Jaringan Islam Liberal Dari Waktu Ke Waktu (2)

Syahadat on the road - Pasca berdiri pada tanggal 8 maret 2001, Jaringan Islam Liberal (JIL) mulai disibukkan serangkaian agenda-agenda penting mereka untuk membumikan garis liberalisasi pemikiran Islam yang sempat booming pada era 1970-an. Tanggal ini pula menjadi saksi untuk pertama kali situs JIL didirikan dengan nama islamlib.com.

Dalam situs tersebut dijelaskan makna Islam Liberal dalam perspektif JIL adalah suatu bentuk penafsiran atas Islam dengan landasan: Pertama, membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam. Kedua, mengutamakan semangat religio-etik dan bukan makna literal teks. Ketiga, mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural. Keempat, memihak pada minoritas yang tertindas. Kelima meyakini kebebasan beragama. Keenam memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi serta keagamaan dan politik (sekularisme).




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Senin, 10 Desember 2012

Geliat Jaringan Islam Liberal Dari Waktu ke Waktu (1)


“HALAL, Tapi Tuhan Tidak Suka”. Judul artikel menggelitik ini penulis dapatkan dari sebuah situs “Islam” tertanggal 6/10/2010. Berkisah tentang sebuah klaim fiqih yang menyatakan murtad bagi seorang muslim adalah hal lumrah, artikel ini kemudian mengqiyaskan pemurtadan yang dilakukan tiap mukmin setara dengan kasus perceraian. Jadi, walaupun halal, tapi Tuhan tidak suka. Begitu maksudnya.

Rupanya, kalimat Lâ Ikrâha fî ad-Dîn dalam Al Qur’an, bagi sang penulis adalah bukti tidak ada paksaan dalam beragama. Keterpaksaan dalam beragama hanya akan melahirkan sosok-sosok labil yang tidak memiliki dasar filosofis-rasional dalam beragama. Nyaris mirip dengan memilih Istri.
Bahkan dalam tulisan lain berjudul “Salahkah Geert Wilders?”, seorang penulis menyatakan bahwa Ayat-ayat al-Qur’an dan hadis cukup banyak membenarkan pandangan Geert Wilders yang mengatakan Al Qur’an kitab bar-bar. Di akhir kalimat, sang penulis berujar:
“Orang yang meragukan Fitna Wilders dari sekarang harus menelaah al-Qur’an, hadis-hadis, dan sejarah Islam dengan akal yang sesehat-sehatnya.”





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^