Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Belajar dari Kisah Nabi Musa a.s.

oleh: Muh. Nurfadli

Syahadat on the road -

Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?. Berkata Musa: ‘Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya’.” (Thaha : 17-18)

Adalah sebuah keniscayaan bahwa manusia sangat memerlukan komunikasi. Andai semua frekuensi suara ini secara otomatis terdengar semua telinga kita, maka kita akan mendengar berbagai komunikasi setiap saat. Bermutu ataupun tidak komunikasi telah menjadi kebutuhan dasar seorang manusia dalam beriteraksi dengan sesama. Dengan komunikasi kita dapat mengekspresikan apapun yang menjadi gagasan dalam otak. 




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Sabtu, 09 Februari 2013

Tahan Pandanganmu


oleh: Muhammad Nurfadli
 
Syahadat on the road - Entah kenapa sepertinya ada kenikmatan tersendiri ketika kita melihat seseorang, terlebih orang yang kita lihat tersebut adalah orang yang bukan muhrim kita. Ingin berlama-lama. Secara singkatnya seperti itu, apalagi paras wajah sang objek begitu ‘wah’. Cukup sulit memang menahan rasa ingin berlama-lama dalam melihat. Bahkan ada yang sudah menjaga pandangan tapi tetap berusaha untuk mencuri-curi pandangannya. Indah. Bahkan tidak cukup dengan kata Indah. Tak cukup untuk diungkapkan dengan kata-kata. Pepatah mengatakan “dari mata turun ke hati”, memang benar adanya kala dalam melihat tidak diikuti dengan niat yang baik dan benar. Pandangan kita tidak lagi untuk Allah swt, tapi berubah makna menjadi menikmati. Yang tentunya ada campur tangan sang nafsu syahwat disana.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Kamis, 07 Februari 2013

Fatamorgana



Oleh: Muh. Nurfadli

Syahadat on the road - Semu, tak abadi, terlihat indah dikejauhan, hampa tampak dipelupuk mata. Ya begitulah, Allah menjelaskan kepada kita hakikat fatamorgana. Layaknya debu yang telah menempel berbulan-bulan pada sebuah batu, lalu hilang sekejap di sapu hujan yang hanya beberapa jam. Sekejap ada, sekejap hilang. Sangat nikmat dipandang, menarik untuk didekati namun berujung pada sebuah kesengsaraan. Allah pun mengajarkan kepada kita bagaimana siti hajar mengikuti keinginannya untuk mengejar fatamorgana. Sampai tujuh kali, sang istri tercinta dari Nabi Ibrahim itu tertipu oleh fatamorgana. Sampai akhirnya diapun bertawakkal kepada Allah dan mendapatkan air zam-zam.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Sabtu, 02 Februari 2013

Indahnya Balas Dendem..

Syahadat on the road - Balas dendam ketika anda mampu melakukannya sungguh terasa memuaskan hati. kata orang jawa :" mareeem".
 
Namun tahukah anda bahwa memaafkan ketika anda mampu membalas adalah bukti kebesaran jiwa anda. Hanya orang2 bes
arlah yg mampu memaafkan dan bahkan tersenyum ketika ia mampu membalas namun ia tidak melakukannya.

 
Suatu hari ada seorang yahudi yg datang dan mengumpat nabi dengan berkata:
السام عليك
(Semoga kebinasaan menimpamu.)






Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Sabtu, 12 Januari 2013

Etika Bertetangga Dalam Islam


adab bertetanggaSyahadat on the road - Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 36 yang artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Dalam ayat diatas sangat jelas sekali bahwa Allah SWT. memerintahkan kita untuk tidak menyekutukan-Nya dan berbuat baik terhadap orang-orang yang berada disekitar kita termasuk kepada tetangga. Selain itu dalam menghormati tetangga pun sudah dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah yang artinya : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia mengatakan hanya hal yang baik atau diam. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia menghormati tamunya” (HR. Muslim)





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Jumat, 11 Januari 2013

Berapa Nilai Diri Kita



Syahadat on the road - Beberapa pekan menjelang  musim haji tiba, riuh rendah kafilah dagang mulai berdatangan memenuhi sudut-sudut kota Mekah. Kain, pakaian serta bermacam perhiasan hingga wewangian memenuhi etalase-etalase toko dan swalayan. Dari kejauhan nampak seorang pembuat kain tenun berjalan menghampiri sebuah toko pakaian. Berharap kain yang telah ia tenun berbulan-bulan dapat ia tukar dengan beberapa puluh dinar atau dirham sebagai penghasilan.

Si pembuat kain sang pemilik toko, kemudian ia utarakan maksudnya, “Tuan, saya datang kemari untuk menawarkan kain yang sudah saya tenun ini.

Pemilik Toko melihat dengan seksama kain yang ditawarkan kepadanya. Untuk memastikan analisanya, ia pun bertanya pada si pembuat kain tenun. Berapa bulan waktu yang di butuhkan untuk membuat kain tersebut.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Rabu, 02 Januari 2013

Rihlah Tsaqofiyah: Dinasehati Ibnu Al-Jauzi



oleh : Muh. Nurfadli

Syahadat on the road - Menurutku, program wisata tak melulu harus dilakukan dengan pergi ke tempat-tempat rekreasi. Pantai, pegunungan, air terjun, taman  bermain, dan sebagainya. Tapi wisata dapat kita lakukan dengan fleksibelitas terhadap kebutuhan kita. Semua tergantung kebutuhan dan selera. Ada yang ingin berwisata ke gunung, karena basic dan pengalaman ke gunungnya sedikit, jadilah ia menyesal karena perjalanannya. Begitu juga dengan semuanya. Tergantung selera. Dan salah satu, alternatif rihlah / wisata yang mungkin dapat menjadi penenang jiwa dan penyegar fikiran adalah dengan ‘membaca buku’. Aneh memang, wisata kok dengan membaca buku. Tidak sepenuhnya aneh, kalau kita mau mengambil beberapa esensi rihlah itu sendiri. Saya namakan “Rihlah Tsaqofiyah”..^^




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Minggu, 30 Desember 2012

Penyebab Jatuh pada Lubang yang Sama

oleh : Muh. Nurfadli

Syahadat on the road - Kalo kita berfikir, kenapa orang jatuh pada lubang yang sama?? Setelah seseorang melakukan perbuatan salah ia pun akan menyadari kesalahannya (bagi yang melakukan evaluasi) namun tak lama dari itu atau dalam kurun waktu tertentu, ia mengulangi salah yang serupa. Perbuatan salah yang pada waktu sebelumnya pernah ia perbuat. Sama. Hanya cara jatuhnya saja yang berbeda. Dan waktu yang berbeda. Mengapa hal ini terjadi? 

Mungkin saja –saya pastikan- hal pernah menimpa diri kita. Jika hal serupa sering terjadi pada diri kita, maka berhati-hatilah. Karena itu bertanda diri kita terlalupenuh dengan sifat lalai. Terkait sifat ini, Allah SWT telah memberi sebuat steatment. Hal ini di sindir oleh Allah dengan bahasa yang tegas. Disebutkan “...Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Al-A’raf : 179). Kenapa disebut lalai? Karena “...mereka memiliki hati, tapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi..” (Al-A’raf:179).





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Senin, 24 Desember 2012

Video karamah mujahidin Suriah

Syahadat on the road - Allah memuliakan para mujahid yang gugur di medan jihad dengan banyak kemuliaan di dunia sebelum kemuliaan di akhirat. Di antara karamah yang sering dialami oleh para syuhada' adalah keluarnya bau minyak wangi yang sangat harum dari jasad mereka meski telah meninggal sejak waktu yang cukup lama.

Situs berita Islam Asy-Syam melaporkan penduduk desa Tariq Sad, kota Balad, propinsi Dara'a membongkar kembali kuburan darurat dua warga yang syahid, Anas Musalimah dan Walid 'Ayash. Keduanya gugur oleh bombardir militer rezim Suriah di desa itu. Akibat gencarnya bombardir dan sulitnya proses evakuasi, kedua syahid itu dikuburkan secara darurat di halaman rumah seorang warga.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Cahaya di Wajah Ummat


oleh: Ustadz. Rahmat Abdullah (alm)

Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan. Namun perlu diingat, walaupun telah bekerja dalam jaringan amal jama’i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan di hadapan Allah SWT secara sendiri-sendiri. 

Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpa beru-saha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah SAW: Man abtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu (Siapa yang lamban beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya ). 




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Cinta Sampai Akhirat

oleh: Muh. Nurfadli

Dari Anas ra., sesungguhnya ada seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW: “Kapankah hari kiamat?” Rasulullah SAW balik bertanya: “Bekal apa yang telah kau siapkan untuk menghadapinya?” Ia menjawab: “Aku tidak mempersiapkannya dengan banyak shaum ataupun sedekah, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda: “Kamu akan bersama-sama dengan orang yang kamu cintai (nanti di akhirat)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syahadat on the road - Setelah membolak-balik kitab Riyadush Shalihin, saya menemukan hadist ini. Hadist yang sudah sangat familiar bagi kita. Namun saya yakin, kita hanya mengetahui penggalan terakhirnya saja. Yakni ketika Beliau SAW bersabda “Kamu akan bersama-sama dengan orang yang kamu cintai (nanti di akhirat)”. Tapi itu tidak mengurangi muatan dari maksud hadist yang ingin disampaikan, jadi sah-sah saja.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Kamis, 20 Desember 2012

ISTIQOMAH !!!


oleh : Muh. Nurfadli

Syahadat on the road - Kita pasti telah sering mendengar kisah antara batu dan air. Yakni sebuah kisah ketika air mampu menciptakan lubang pada sebuat batu. Ada sebuah pertanyaan yang seharusnya menggelitik akal kita, “Mengapa air yang sedemikian lembut mampu melubangi sebuat batu yang keras?” tahu jawabannya?. Jawaban kenapa air sanggup melubangi batu, adalah karena air mampu memelihara keistiqomahan untuk jatuh di tempat yang sama pada sebuah batu dimana ia jatuh. Sehingga ia mampu melubangi batu tersebut, kedatipun air memiliki sifat yang berkebalikan dari batu. Batu itu keras sedangkan air itu lembut. 




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Rabu, 14 November 2012

Jangan Su'udzon

oleh: Muhammad Nurfadli
 
Syahadat on the road - Jangan su'udzon terhadap siapapun. Su'udzon itu dapat menyebabkan hati menjadi keras bahwan bisa mati. Lewat su'udzon kita membuka diri untuk menelusuri sesuatu yang bukan hak kita untuk ditelusuri. Kita akan dengan nikmat berselancar dalam sangkaan nafsu kita terhadap kesalahan orang lain, yang itu belum tentu ada dalam dirinya. Kita terperangkap dalam kurungan nafsu kita yang terus memerintah kita untuk mencari cari kesalahan dan menghubung-hubungkannya agar terlihat logis. Peluang su'udzon bila terus dioptimalkan akan menjadi fitnah bagi saudara kita. Dan fitnah merupakan hal yang Allah benci.

dalam firman Allah "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (al Hujurat :12)

Maka jadilah orang yang pertama dalam meninggalkan kebiasaan su'udzon. Dan jadilah orang pertamana yang mengedepankan etika Husnudzon kepada saudara kita. [mnf]




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Sabtu, 10 November 2012

Nasehat Ibnu Mas'ud r.a.

Syahadat on the road - Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ’anhu bahwasannya ia pernah berkata suatu saat ketika sedang duduk:

”Sesungguhnya kalian berada di tengah perjalanan malam dan siang, dalam ajal/usia yang selalu berkurang, dalam amal-amal yang selalu dalam penjagaan (Allah).

Sedangkan maut senantiasa datang dengan tiba-tiba.


Barangsiapa yang menanam kebaikan, niscaya ia akan menuai kebahagiaan.

Dan barangsiapa yang menanam kejelekan, niscaya ia akan menuai penyesalan.

Setiap orang yang menanam akan menuai hasil sebagaimana yang ia tanam.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^