Syahadat on the road - Dinginnya
malam tak membuat beku dirinya, pekatnya malam tak membuat redup rasa
keberaniannya. Kesendiriannya seakan selalu mendapat ketidakpedulian
orang-orang disekitarnya. Hadirnya mengundang gelak tawa, diamnya juga sering menjadi
bahan tertawaan, demikianpun perginya terkadang ada yang mensyukuri dan tetap
menyisakan seonggok tawa menghiasi wajah orang-orang yang ada di dekatnya.
Terkadang ia merasa jengkel atau kesal, dan menjadi tidak bisa bergerak.Senin, 11 Februari 2013
Realita Cinta Sebuah Vespa
Syahadat on the road - Dinginnya
malam tak membuat beku dirinya, pekatnya malam tak membuat redup rasa
keberaniannya. Kesendiriannya seakan selalu mendapat ketidakpedulian
orang-orang disekitarnya. Hadirnya mengundang gelak tawa, diamnya juga sering menjadi
bahan tertawaan, demikianpun perginya terkadang ada yang mensyukuri dan tetap
menyisakan seonggok tawa menghiasi wajah orang-orang yang ada di dekatnya.
Terkadang ia merasa jengkel atau kesal, dan menjadi tidak bisa bergerak.Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Sabtu, 09 Februari 2013
Tahan Pandanganmu
oleh: Muhammad Nurfadli
Syahadat on the road - Entah kenapa sepertinya ada kenikmatan tersendiri
ketika kita melihat seseorang, terlebih orang yang kita lihat tersebut adalah
orang yang bukan muhrim kita. Ingin berlama-lama. Secara singkatnya seperti
itu, apalagi paras wajah sang objek begitu ‘wah’.
Cukup sulit memang menahan rasa ingin berlama-lama dalam melihat. Bahkan ada
yang sudah menjaga pandangan tapi tetap berusaha untuk mencuri-curi
pandangannya. Indah. Bahkan tidak cukup dengan kata Indah. Tak cukup untuk
diungkapkan dengan kata-kata. Pepatah mengatakan “dari mata turun ke hati”,
memang benar adanya kala dalam melihat tidak diikuti dengan niat yang baik dan
benar. Pandangan kita tidak lagi untuk Allah swt, tapi berubah makna menjadi
menikmati. Yang tentunya ada campur tangan sang nafsu syahwat disana.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Rembulan itu
Rembulan muncul atas nama ukhuwah
Entah mengapa...
Seketika terlihat terang..
Langit hatiku tak lagi redup seperti biasanya..
Aku tak kenal rembulan ini
Melihatnya pun hanya sekali
Tapi kenapa...
Ia datang lalu menyinari
Seakan tahu, diri ini sedang dilanda sepi..
Aku yakin ini bukan mimpi
Atau bahkan sekedar ilusi..
It’s reality..
Rembulan inilah yang kuharap
Menemani jalanku
Selamanya..
by: muh. nurfadli
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Kamis, 07 Februari 2013
Fatamorgana
Oleh: Muh. Nurfadli
Syahadat on the road - Semu,
tak abadi, terlihat indah dikejauhan, hampa tampak dipelupuk mata. Ya
begitulah, Allah menjelaskan kepada kita hakikat fatamorgana. Layaknya debu
yang telah menempel berbulan-bulan pada sebuah batu, lalu hilang sekejap di
sapu hujan yang hanya beberapa jam. Sekejap ada, sekejap hilang. Sangat nikmat
dipandang, menarik untuk didekati namun berujung pada sebuah kesengsaraan.
Allah pun mengajarkan kepada kita bagaimana siti hajar mengikuti keinginannya
untuk mengejar fatamorgana. Sampai tujuh kali, sang istri tercinta dari Nabi
Ibrahim itu tertipu oleh fatamorgana. Sampai akhirnya diapun bertawakkal kepada
Allah dan mendapatkan air zam-zam.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Biarkan Luka Ini
Oleh: Muhammad Nurfadli
Biarlah luka ini menganga
Tanpa jahitan
Tanpa balutan
Menindih segala rasa kecewa
Yang terpendam sekian lama
Dalam hati berbungkus selendang warna
Berpenuh hitam pekatnya
Biarkan luka ini seperti ini
Agar sedih hati teringkari
Tersadar dalam jati diri
Atas perkara hidup
Yang menjermuskan jiwa pada antipati
Merestui cahaya yang kian redup
Biarkan luka ini tak terobati
Biarkan luka ini kubawa lari
Pergi dalam peluh sejati
Biarkan luka ini begini
Agar ku tau cambukan masa lalu
Bertabur malu dan pilu
Dan ku lari darinya
Melangkah tegap raga
Dan ku tak peduli
Ku ingin tegap berlari
Sampai ku mati.Februari 2013
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Selasa, 05 Februari 2013
Saya
Oleh: Muhammad Nurfadli
Geram jiwa bersama kecewa
Menoreh luka yang semakin nyata
Terhempas dalam lamunan penuh
prahara
Maka rona saga menyapa
Dikala surya bertahta
Merekah sempurna menyeka senja kala
Terdengar gemuruh sayu angin
berkata:
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Minggu, 03 Februari 2013
Download Majmua'atur Rasail (Risalah Pergerakan) - Hasan Al Banna
Syahadat on the road - Ulama pergerakan Kontemporer itu bernama Hasal Al Banna. Ulama yang menginspirasi kalangan pemuda untuk kembali rindu kepada Agamanya. Ulama yang melegenda karena pemikirannya yang cemerlang. Ulama yang meletakkan design pergerakan Islam modern yang ditakuti oleh semua penguasa kedzoliman. Ulama yang kharismatik itu meninggalkan beberapa risalahnya untuk pemuda yang belum pernah berjumpa dengannya. Dengan risalahnya tersebut kita mampu bangkit untuk membumikan Islam dimanapun ia berada. Selamat menikmati.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Langganan:
Postingan (Atom)




