Jumat, 12 Juli 2013
Pejuang-Pejuang Al-Haq yang Berakhir Tragis
By: Nandang Burhanudin
Syahadat On The Road - Sejarah yang terus berulang. Perguluman Al-Haq dan Al-Bathil, tak pernah berhenti dan tak berganti. Yang berubah hanya pelaku. Substansi sama.
Tak satu pun pemimpin Muslim yang berhasil menjadi top leader di suatu negara, lalu ia berusaha melakukan reformasi sejati dan perbaikan substansial, melainkan ia akan dihadapkan pada Kudeta-Penjara-hingga pembunuhan.
Sejarah telah mencatat nama-nama yang hingga kini melegenda:
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Apa Sih ISLAM??
Syahadat On The Road - Seumur hidup, kita mungkin sudah memeluk agama Islam. Tapi ketika
kita ditanya tentang apa itu Islam, mungkin kita juga agak sulit
mendefinisikannya. Jawabannya mungkin, Islam ya Islam, agama yang kita
anut.
Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan
lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia
menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama
Kristen. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri
sepenuhnya kepada Allāh).
Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti
“seorang yang tunduk kepada Allah”, atau lebih lengkapnya adalah
Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan
bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan
rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad
adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Suasana Sebelum Buka Puasa hari Pertama Bagi para Demonstran Pro-Mursi.. Subhanallah!!!
Syahadat on the road - Semoga memberikan semangat kepada diri kita untuk tetap semangat dalam menyantap berbagai hidangan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Sebagaimana penduduk mesir ini yang tetap semangat walau dalam keadaan yang genting.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Selasa, 19 Maret 2013
Lamaran ‘Ali bin Abi Thalib
Syahadat on the road - Pemuda itu hanya termangu diam disamping pohon kurma ditepi padang
pasir di kota madinah. Betapa hatinya tergoncang manakala dia tahu bahwa
wanita itu akan dipersunting oleh sahabat seniornya sendiri yang
bernama Abu Bakar. Seorang sahabat yang tidak diragukan lagi
kesetiaannya pada rasul. Sahabat senior yang menemani rasul saat
berhijrah dan pria soleh itu pula yang menyumbangkan seluruh hartanya
untuk Islam ini tanpa sisa sedikitpun.
Ia mencoba untuk tetap tersenyum. Sejak dari dulu seharusnya ia sadar
harus menepis apa yang dirasakannya itu, cukuplah hanya sebatas kagum
kepada wanita ahli surga yang juga putri dari orang yang sangat
dikasihinya. Akhirnya ia putuskan untuk menyimpan didalam hatinya saja.
Cukup dia dan Allah yang tahu. Apalagi sekarang sudah ada Abu Bakar,
sekarangpun ia bisa tenang karena ada lelaki yang lebih siap dan lebih
baik darinya yang meminang bidadari dunia itu.
Dialah Ali Bin Abi Thalib. Seorang pemuda yang cerdas dan bahkan Nabi
pun memuji karena kecerdasannya itu sendiri. Butiran pasir terus
beterbangan dengan indahnya dipadang pasir tempat pemuda itu merenung.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Senin, 11 Maret 2013
Meja Kayu untuk Ayah
Syahadat on the road - Di sebuah kota kecil, tinggal sebuah keluarga kecil. Keluarga
tersebut terdiri dari ayah, ibu, seorang anak berusia lima tahun bernama
Brian dan kakek. Bisa dikatakan, keluarga ini adalah keluarga yang
sibuk. Walau begitu, mereka selalu menyempatkan waktu untuk makan malam
bersama. Mereka selalu makan di meja yang sama, sama seperti keluarga
pada umumnya.
Pada suatu hari, saat usia sang kakek makin menua, pandangannya mulai
rabun. Tangannya yang renta mulai goyah saat mengangkat benda.
Rutinitas makan malam yang biasanya lancar dan menyenangkan jadi berantakan karena ulah sang kakek. Beberapa kali dia menumpahkan minuman, sehingga taplak meja menjadi kotor. Belum lagi jika makanan yang dia ambil berceceran di lantai, anak laki-lakinya dan menantu perempuannya jadi kesal karena harus berkali-kali membersihkan meja dan lantai setelah makan malam.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Belajar dari Kisah Nabi Musa a.s.
oleh: Muh. Nurfadli
Syahadat on the road -
Syahadat on the road -
“Apakah itu yang di tangan kananmu, hai
Musa?. Berkata Musa: ‘Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku
pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain
padanya’.” (Thaha : 17-18)
Adalah
sebuah keniscayaan bahwa manusia sangat memerlukan komunikasi. Andai semua
frekuensi suara ini secara otomatis terdengar semua telinga kita, maka kita
akan mendengar berbagai komunikasi setiap saat. Bermutu ataupun tidak
komunikasi telah menjadi kebutuhan dasar seorang manusia dalam beriteraksi
dengan sesama. Dengan komunikasi kita dapat mengekspresikan apapun yang menjadi
gagasan dalam otak.
Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Senin, 11 Februari 2013
Realita Cinta Sebuah Vespa
Syahadat on the road - Dinginnya
malam tak membuat beku dirinya, pekatnya malam tak membuat redup rasa
keberaniannya. Kesendiriannya seakan selalu mendapat ketidakpedulian
orang-orang disekitarnya. Hadirnya mengundang gelak tawa, diamnya juga sering menjadi
bahan tertawaan, demikianpun perginya terkadang ada yang mensyukuri dan tetap
menyisakan seonggok tawa menghiasi wajah orang-orang yang ada di dekatnya.
Terkadang ia merasa jengkel atau kesal, dan menjadi tidak bisa bergerak.Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^
Langganan:
Postingan (Atom)




