Sabtu, 02 Februari 2013

Indahnya Balas Dendem..

Syahadat on the road - Balas dendam ketika anda mampu melakukannya sungguh terasa memuaskan hati. kata orang jawa :" mareeem".
 
Namun tahukah anda bahwa memaafkan ketika anda mampu membalas adalah bukti kebesaran jiwa anda. Hanya orang2 bes
arlah yg mampu memaafkan dan bahkan tersenyum ketika ia mampu membalas namun ia tidak melakukannya.

 
Suatu hari ada seorang yahudi yg datang dan mengumpat nabi dengan berkata:
السام عليك
(Semoga kebinasaan menimpamu.)


Nabi dengan tenang menjawab umpatan ini dng berkata:
وعليك
(Semoga engkau juga.)


Beda halnya dng Aisyah, beliau membalas karena merasa mampu sehingga ia berkata:
بل السام عليك واللعنة.
(Semoga engkaulah yang binasa dan tertimpa laknat.)

 
Subhanallah, nabi tdk membiarkan istrinya berkata2 keji dan bersikap emosional, beliau menegur istrinya dan bukan menegur yahudi tsb.
رفقا يا عائشة ان الرفق لا يكون في شيئ الا زانه ولا ينزع عن شيئ الا شانه
(Wahai aisyah hendaknya engkau berlemah lembut, krn sejatinya kelemahlembutan tidaklah ada pada suatu urusan melainkan akan menjadikannya nampak indah, sebaliknya tidaklah dicabut dr suatu urusan kecuali akan nampak buruk.)

Mendepat teguran semaca ini, Aisyah keheranan, sehingga ia protes: ya Rasulullah, tidakkah engkau mendengar apa yg ia ucapkan? 

Rasulullah menjawab: ya aku telah mendengarnya, namun sebaliknya apakah engkau juga tdk mendengar jawabanku?

Saudaraku, tahukah anda mengapa Rasulullah mampu menahan diri sedangkan Aisyah tidak?

 
Rahasianya sederhana, dan telah disebutkan oleh Nabi pada kelanjutan kisah di atas, beliau bersabda:
يستجاب لنا ولا يستجاب لهم
(Allah pasti mengabulkan doa kita dan tidak mungkin mengabulkan doa mereka.)

Bila anda percaya bahwa segala untung dan rugi anda akan sejalan dengan takdir Allah dan tidak berubah karena ulah orang lain, maka anda insyaAllah dapat berjiwa besar dan tdk hanyut dalam emosi dan mampu menahan diri.

 
Cobalah sobat resep ala Nabi di atas agar anda bisa menjadi orang2 besar yg mampu menahan emosionalnya,
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ»
(Bukanlah orang yg hebat adalah yg mampu mengalahkan orang lain ketika berkelahi, namun orang hebat adalah yg mampu menahan dirinya ketika sedang marah.)

[dr/jot/syahadatontheroad]




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^