Sabtu, 09 Februari 2013

Tahan Pandanganmu


oleh: Muhammad Nurfadli
 
Syahadat on the road - Entah kenapa sepertinya ada kenikmatan tersendiri ketika kita melihat seseorang, terlebih orang yang kita lihat tersebut adalah orang yang bukan muhrim kita. Ingin berlama-lama. Secara singkatnya seperti itu, apalagi paras wajah sang objek begitu ‘wah’. Cukup sulit memang menahan rasa ingin berlama-lama dalam melihat. Bahkan ada yang sudah menjaga pandangan tapi tetap berusaha untuk mencuri-curi pandangannya. Indah. Bahkan tidak cukup dengan kata Indah. Tak cukup untuk diungkapkan dengan kata-kata. Pepatah mengatakan “dari mata turun ke hati”, memang benar adanya kala dalam melihat tidak diikuti dengan niat yang baik dan benar. Pandangan kita tidak lagi untuk Allah swt, tapi berubah makna menjadi menikmati. Yang tentunya ada campur tangan sang nafsu syahwat disana.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Rembulan itu


Rembulan muncul atas nama ukhuwah
Entah mengapa...
Seketika terlihat terang..
Langit hatiku tak lagi redup seperti biasanya..
Aku tak kenal rembulan ini
Melihatnya pun hanya sekali
Tapi kenapa...
Ia datang lalu menyinari
Seakan tahu, diri ini sedang dilanda sepi..
Aku yakin ini bukan mimpi
Atau bahkan sekedar ilusi..
It’s reality..
Rembulan inilah yang kuharap
Menemani jalanku
Selamanya..

by: muh. nurfadli




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Kamis, 07 Februari 2013

Fatamorgana



Oleh: Muh. Nurfadli

Syahadat on the road - Semu, tak abadi, terlihat indah dikejauhan, hampa tampak dipelupuk mata. Ya begitulah, Allah menjelaskan kepada kita hakikat fatamorgana. Layaknya debu yang telah menempel berbulan-bulan pada sebuah batu, lalu hilang sekejap di sapu hujan yang hanya beberapa jam. Sekejap ada, sekejap hilang. Sangat nikmat dipandang, menarik untuk didekati namun berujung pada sebuah kesengsaraan. Allah pun mengajarkan kepada kita bagaimana siti hajar mengikuti keinginannya untuk mengejar fatamorgana. Sampai tujuh kali, sang istri tercinta dari Nabi Ibrahim itu tertipu oleh fatamorgana. Sampai akhirnya diapun bertawakkal kepada Allah dan mendapatkan air zam-zam.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Biarkan Luka Ini



Oleh: Muhammad Nurfadli

Biarlah luka ini menganga
Tanpa jahitan
Tanpa balutan
Menindih segala rasa kecewa
Yang terpendam sekian lama
Dalam hati berbungkus selendang warna
Berpenuh hitam pekatnya

Biarkan luka ini seperti ini
Agar sedih hati teringkari
Tersadar dalam jati diri
Atas perkara hidup
Yang menjermuskan jiwa pada antipati
Merestui cahaya yang kian redup

Biarkan luka ini tak terobati
Biarkan luka ini kubawa lari
Pergi dalam peluh sejati
Biarkan luka ini begini
Agar ku tau cambukan masa lalu
Bertabur malu dan pilu
Dan ku lari darinya
Melangkah tegap raga
Dan ku tak peduli
Ku ingin tegap berlari
Sampai ku mati.

Februari 2013



Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Selasa, 05 Februari 2013

Saya



Oleh: Muhammad Nurfadli



Geram jiwa bersama kecewa
Menoreh luka yang semakin nyata
Terhempas dalam lamunan penuh prahara
Maka rona saga menyapa
Dikala surya bertahta
Merekah sempurna menyeka senja kala
Terdengar gemuruh sayu angin berkata:




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Minggu, 03 Februari 2013

Download Majmua'atur Rasail (Risalah Pergerakan) - Hasan Al Banna

Syahadat on the road - Ulama pergerakan Kontemporer itu bernama Hasal Al Banna. Ulama yang menginspirasi kalangan pemuda untuk kembali rindu kepada Agamanya. Ulama yang melegenda karena pemikirannya yang cemerlang. Ulama yang meletakkan design pergerakan Islam modern yang ditakuti oleh semua penguasa kedzoliman. Ulama yang kharismatik itu meninggalkan beberapa risalahnya untuk pemuda yang belum pernah berjumpa dengannya. Dengan risalahnya tersebut kita mampu bangkit untuk membumikan Islam dimanapun ia berada. Selamat menikmati.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT


Syahadat on the road - Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata… kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^