Sabtu, 15 Desember 2012

Katalog Kerusakan Liberalisme

Syahadat on the road - Kerontokan dasar kendali logika terekam jelas di sudut pikiranmu. Lambaikan pesoka keangkuhan bertabur kelemahan. Sedari dulu logika terpakai, sedari dulu pertentangan memulai. Menghamba keras pada akal fikiran. Mengabaikan indahnya pesona alqur’an. Yang menjadi pedoman. Pada relung hati kesatria pengembara kehidupan.

Maka kau tak ragu meng-oposisi-kan diri. Dengan dalih kebebasan. Kau cela setiap untaian hakikat agama yang tergambar pada kejadian nyata. Meradang engkau saat kekuasaan Qur’an bersanding pedang menguasai nusantara. Kalap engkau melihat kejayaan islam menjadi pijakan.  Kau tersungkur saat cahaya hidayah menyapa hamba dikala pagi dan petang. Dengan harap yang semu, kau coba mainkan lidahmu. Tak perduli seberapa keras kritikan menghampiri. Kau terus tegar menghadapi. Tak perduli sekian juta orang melihat, kau tetap kalap bermain di naungan logika liberalmu atas agama ini. kau bilang “Semua Agama Sama !!”.




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Jumat, 14 Desember 2012

Geliat Jaringan Islam Liberal Dari Waktu Ke Waktu (2)

Syahadat on the road - Pasca berdiri pada tanggal 8 maret 2001, Jaringan Islam Liberal (JIL) mulai disibukkan serangkaian agenda-agenda penting mereka untuk membumikan garis liberalisasi pemikiran Islam yang sempat booming pada era 1970-an. Tanggal ini pula menjadi saksi untuk pertama kali situs JIL didirikan dengan nama islamlib.com.

Dalam situs tersebut dijelaskan makna Islam Liberal dalam perspektif JIL adalah suatu bentuk penafsiran atas Islam dengan landasan: Pertama, membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam. Kedua, mengutamakan semangat religio-etik dan bukan makna literal teks. Ketiga, mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural. Keempat, memihak pada minoritas yang tertindas. Kelima meyakini kebebasan beragama. Keenam memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi serta keagamaan dan politik (sekularisme).




Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^

Senin, 10 Desember 2012

Geliat Jaringan Islam Liberal Dari Waktu ke Waktu (1)


“HALAL, Tapi Tuhan Tidak Suka”. Judul artikel menggelitik ini penulis dapatkan dari sebuah situs “Islam” tertanggal 6/10/2010. Berkisah tentang sebuah klaim fiqih yang menyatakan murtad bagi seorang muslim adalah hal lumrah, artikel ini kemudian mengqiyaskan pemurtadan yang dilakukan tiap mukmin setara dengan kasus perceraian. Jadi, walaupun halal, tapi Tuhan tidak suka. Begitu maksudnya.

Rupanya, kalimat Lâ Ikrâha fî ad-Dîn dalam Al Qur’an, bagi sang penulis adalah bukti tidak ada paksaan dalam beragama. Keterpaksaan dalam beragama hanya akan melahirkan sosok-sosok labil yang tidak memiliki dasar filosofis-rasional dalam beragama. Nyaris mirip dengan memilih Istri.
Bahkan dalam tulisan lain berjudul “Salahkah Geert Wilders?”, seorang penulis menyatakan bahwa Ayat-ayat al-Qur’an dan hadis cukup banyak membenarkan pandangan Geert Wilders yang mengatakan Al Qur’an kitab bar-bar. Di akhir kalimat, sang penulis berujar:
“Orang yang meragukan Fitna Wilders dari sekarang harus menelaah al-Qur’an, hadis-hadis, dan sejarah Islam dengan akal yang sesehat-sehatnya.”





Jangan Lupa Komennya ya..!!! ^^